Cara Benar Mengasah Kreativitas Anak pada Seni

Kreativitas menjadi satu kesatuan yang selalu berdampingan dengan manusia. Maka dari itu, kreativitas memang sudah menjadi sebuah ungkapan yang tidaklah asing lagi di dalam kehidupan sehari-hari. Terkhusus lagi, bagi anak dengan usia prasekolah ini selalu saja berusaha dalam menciptakan adanya segala sesuatu sesuai sekali dengan imajinasinya. Apalagi kreativitas oleh anak tk ditampilkan secara langsung dalam berbagai bentuk yang ada, yakni pada bentukan gambar  yang memang disukai anak tersebut yang pastinya akan memiliki sebuah cerita penuh imajinasi mengambil peranan kreativitas seni milik anak tersebut. 

Ada banyak sekali alasan mengapa banyak sudah kreativitas ini sangat penting untuk dimunculkan, di pupuk serta dikembangkan langsung dalam diri anak ? … memang , dalam hal ini memiliki beberapa alasan kuat yang mendalam bagi pertanyaan tersebut. 

Pertama, dengan anak melakukan kreasi sudah pasti bisa mewujudkan dirinya tersebut. Perwujudan dari diri ini memang menjadi salah satu kebutuhan manusia. Kedua, anak-anak memang selalu memiliki pola pikir yang cenderung sangat kreatif dengan memungkinkan untuk bisa menyelesaikan adanya suatu masalah yang ada. Dan dalam artian, bisa untuk mengekspresikan adanya pikiran tersebut tanpa melalui sebuah batasan itu sendiri. Ketiga, dengan bermain pada kesibukan di dunia ke kreativitasan, sudah pasti akan membuat anak bisa menjadi lebih senang lagi. Dari kreativitas pada seni sendiri bisa saja dilakukan pada seni tari, rupa, sampai pada musik tergantung oleh mood dari anak tersebut. 

Kegiatan Pengembangan Kreativitas Anak pada Seni 

Ada beberapa kreativitas yang bisa kalian bantu dalam pengembangan dunia anak semakin kreatif lagi. Misalnya saja dalam mengekspresikannya melalui jalur seperti : 

# Seni – Menggambar 

Seni yang paling dikenal dan mudah sekali dilakukan oleh semua kalangan adalah seni menggambar. Termasuk , untuk anak-anak sudah pasti sangat senang bermain dengan dunia imajinasi ditambah dengan adanya warna-warna pokok yang menambah sang anak menjadi lebih kreatif dalam hal menggambar apa yang ada di dalam dunia imajinasinya tersebut. Pasalnya, gambar memang salah satu jalan alternatif paling mudah bagi anak dalam menuangkan sebagian ekspresi pikirannya tersebut dalam bentukan yang diinginkannya. 

Tujuan dari anak dalam hal menggambar : 

> mampu dalam mengembangkan sebuah ekspresi melalui media gambar yang ada. 

> bisa mengembangkan dunia imajinasi, fantasi sampai dengan kreasi. 

> melatih sebuah daya otot tangan atau juga bagian jari-jari, koordinasi otot serta ketelitian dari mata. 

> mampu memupuk adanya perasaan estetika dan bisa melatih pengamatan. 

> bisa memupuk adanya potensi dalam menggambar. 

Dalam hal ini, terlebih lagi sosok guru sang pengganti peranan orang tua di sekolah harus bisa memperhatikan adanya sikap duduk dari si anak tersebut dan juga cara anak didalam memegang adanya alat tulis. Selain itu, tidak memerlukan untuk memberikan banyak petunjuk dan juga contoh  ataupun dengan memegang tangan anak dan juga menggerakan adanya pensil dari kehendak sang guru. 

# Seni – Melukis 

Jika tadi menggambar menggunakan alat tulis berupa pensil biasa dan beberapa pensil warna yang dibutuhkan. Dalam hal ini, anak menggunakan alat bantu berupa kuas melukis. Yang notabennya tidaklah jauh berbeda dengan cara menggambar tadi, namun alatnya saja sedikit berbeda dari sebelumnya. 

Kegiatan dari melukis ini memiliki tujuan seperti : 

> mampu untuk mengembangkan adanya dunia ekspresi lewat media lukis. 

> bisa mengembangkan adanya imajinasi , fantasi serta kreasi. 

> dapat melatih adanya daya otot tangan. 

> bisa melatih daya imajinasi melalui lekukan lukisan dan melatih pengamatan tersebut. 

> bisa melatih adanya kecakapan langsung dalam pengkombinasian warna. 

Pada kegiatan ini , anak juga mampu melakukan eksplorasi langsung terhadap warna. Bisa juga membuat suatu karya yang abstrak menjadi sebuah goresan kuas yang menarik dalam kertas gambar. Walau dipandang oleh sebagian orang hasilnya tidak ada artinya, namun bagi orang yang memiliki jiwa seni pasti akan paham maksud dari si anak tersebut membuat lukisan yang menjadi berarti dan memberi semangat lagi untuk anak tersebut. Jangan lupa, karena dalam hal melukis itu bisa menimbulkan belepotan kemana-mana, maka dari itu siapkan setidaknya satu celemek yang nanti bisa digunakan oleh anak kalian saat sebelum memulai untuk melukis ya…

# Seni – Finger Painting 

Jika tadi sudah menggunakan kedua alat bantu yang hampir sama, maka saat ini tanpa menggunakan media alis hanya menggunakan jari-jari sang anak juga sudah bisa untuk mengembangkan kreativitas sang anak pada bidang seni itu sendiri. Kalian bisa lihat nantinya, sang anak akan jauh lebih senang saat bisa membentuk adanya berbagai macam bentuk lukisan menggunakan jari tangannya tersebut sesuai sekali dengan keinginan dari jari-jari tangannya tersebut. 

Kegiatan dari Finger Painting ini memiliki sebuah tujuan untuk : 

> mengembangkan adanya dunia ekspresi melalui media lukis dengan bantuan gerakan dari jari serta tangan. 

> mampu memupuk rasa terhadap sebuah gerakan tangan. 

> bisa memupuk adanya rasa keindahan dari pergerakan tangan itu sendiri. 

Selanjutnya, dalam hal ini kalian juga bisa membantu dalam penggunaan dari bahan-bahan yang masih batas wajar dan hindari dari bahan dengan banyaknya campuran zat kimia di dalamnya. Dengan begitu, anak masih terpantau aman saat belajar mengekspresikan imajinasi yang ada pada pola pikirnya tersebut. 

# Seni – Bermain dengan Alat Cap 

Tahu akan adanya alat cap biasa digunakan untuk apa ?… biasanya, alat cap yang sering ditemui untuk membuat sebuah stempel penting baik itu di Perusahaan, Kelurahan, Kecamatan, Rt, Bon dan lain sebagainya. Nah, alat cap ini juga masih bisa digunakan untuk menambah daya kreativitas sang anak pada seni lho. Misalnya , umum sekali menggunakan cap ini melalui cetakan stempel bergambar. Bisa lho, kalian memakai buah seperti belimbing yang sudah dipotong menjadi 2 bagian kemudian di tempelkan bekas potongan tersebut pada cap yang ada dan di cap pada kertas HVS yang dimiliki oleh sang anak. Dengan begitu, sang anak jadi memahami adanya pola terstruktur dari si ceplakan buah belimbing tersebut. 

Contoh lainnya, bisa juga kok dengan pelepah daun pisang atau batangan daun pisang yang sudah dipotong sesuai batangnya tersebut dan bentuklah gambar melalui beberapa ruas potongan yang sudah diberikan cetakan warna tersebut. 

Tujuan dari hadirnya dunia seni dalam hal mencap itu sendiri adalah : 

> memang untuk bisa mengembangkan daya ekspresi anak pada benda baru dalam bentuk gambar. 

> bisa mengasah adanya pergerakan tangan sesuai dari ceplakan cap yang dibuat melalui alat bantu yang dimilikinya tersebut. 

> melatih daya ketelitian dan juga kerapihan dari susunan gambar yang sudah di ceplak tadi. 

Selanjutnya, tinggal peranan guru yang memang bisa untuk membantu murid tersebut untuk membuat sebuah pola seni yang teratur dan juga bagus. Dengan memberikan adanya saran-saran warna yang pas digunakan si anak pada saat sedang melakukan cap gambar tersebut.